fbpx

Tinjau Pasar Atom, Wagub DKI Pastikan Pasar Bukan Kluster Covid-19

Jakarta – Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meninjau pelaksanaan kepatuhan terhadap protokol kesehatan di Pasar Baru Metro Atom, Jakarta Pusat.

Ahmad Riza Patria mengaku ingin memastikan langsung protokol kesehatan harus dijalankan dengan baik oleh pembeli dan pedagang.

“Kami cek tadi sudah disiapkan wastafel, cuci tangan, ada petugas yang mengecek suhu. Kemudian, di setiap jalan ada marka, ada tanda, ada flow-nya, kemudian petugasnya, pedagangnya, dalam hal ini PD Pasar Jaya juga sudah siapkan face shield untuk mereka. Semuanya sesuai ketentuan yang kita tetapkan bersama,” kata Wagub Ariza, Rabu (24/6/2020).

Dengan adanya kepatuhan terhadap protokol kesehatan, Ariza berharap kekhawatiran masyarakat bahwa pasar menjadi klaster penyebaran COVID-19 berangsur hilang.

“Tugas kami memastikan pasar bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga sekitar, kepada pembeli, dan harga juga terjangkau. Kami juga ingin memastikan bahwa pengunjung, pembeli merasa aman. Kita pastikan bahwa pasar di DKI Jakarta sudah melaksanakan protokol COVID-19 dengan baik. Para pembeli tidak perlu khawatir sejauh melaksanakan protokol kesehatan dengan baik pula,” pungkasnya.

Selain Ahmad Riza Patria , sidak hari ini juga dihadiri Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasruddin, Walikota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara, Kasatpol PP Provinsi DKI Jakarta, Arifin

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengungkapkan, kasus-kasus temuan yang heboh di media sosial hanya beberapa kasus saja. Untuk itu, kondisi ini tidak mencerminkan keadaan pasar tradisional DKI secara keseluruhan.

Itu tadi saya katakan, kita punya 153 pasar, kadang-kadang kalau berita 1 kasus 1 hari ramai gitu. Kita harus melihat keseluruhan, dan secara umum (pasar) terkendali,” kata Anies di DPRD DKI yang disiarkan Youtub BeritaJakarta, Senin (22/6/2020).

Meski demikian, Anies mengakui pasar-pasar tradisional adalah tempat yang paling kompleks alias rumit dalam pengendalian terutama saat pandemi. Diketahui, beberapa waktu lalu para pedagang di sejumlah pasar sempat menolak adanya penerapan ganjil-genap kios.

“Tapi benar, pasar itu salah satu yang paling kompleks pengendaliannya,” ucapnya.

Sebelumnya, berdasar data yang diterima, Anies menyebut penularan Covid-19 selama PSBB transisi terkendali sehingga masa transisi bisa dilanjutkan.

“Saya terima report evalusi dari tim Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Mereka yang lakukan monitoring. Pagi ini hasilnya alhamdulillah, hasilnya transisi bisa dilanjutkan, penularan terkendali,” kata Anies.

Sumber: Liputan6[dot]com

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close